Begitu juga hal dana biaya kegiatan pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah dimana Tahun 2023 sebesar Rp 7.825.300, di tahun 2024 sebesar Rp 23.175.000 dan di tahun 2025 sebesar Rp 32.283.700 jika ditotal dana untuk pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah tersebut sebesar Rp 63.284.000.
Sementara kondisi fisik bangunan sekolah SDN sungai datar, terpantau oleh reporter wahananews.co tidak terpelihara sebagaimana kita lihat plafon sekolah bagian belakang dibiarkan berlobang lobang .
Baca Juga:
Adu Kuat di Tikungan Nabundong, Minibus dan Truk Tabrakan, 7 Orang Luka-luka
Dalam hal ini, diduga Kepala sekolah tidak menggunakan dana anggaran untuk biaya kegiatan pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah sebanyak Rp 63.284.000 tersebut.
Kemudian reporter wahananews.co, mengkonfirmasi Kepala SD Negeri 100370 Sungai Datar Dewi Puspita Nasution melalui aplikasi WhatsApp pribadinya, dengan 0822-7462-9XXX terkait dengan pengelolaan dan penggunaan anggaran Dana BOS sekolahnya, untuk kegiatan pemeliharaan sarpras dan kegiatan administrasi sekolah, sekaligus mengirimkan fail data secara elektronik dari tahun 2023 sampai dengan 2025.
Namun sangat disayangkan Kepala sekolah SDN Sungai Datar, kecamatan Dolok, Kabupaten Paluta, provinsi Sumatera Utara tidak memberikan jawaban yang jelas sampai berita ini ditayangkan.
Baca Juga:
Harlah 1 Abad NU, Ketum DPC PPMI Kabupaten Paluta Paringgonan Siregar Ucapkan: Selamat
Kemudian informasi yang kami himpun dari berbagai narasumber, bahwa Kepala sekolah tidak ada membuat papan informasi dilingkungan sekolah terkait dengan penerimaan Dan penggunaan Dana BOS sekolah tahun ke tahun, sehingga Dana BOS sekolah tersebut hanya di ketahui Kepala sekolah dan bendaharanya saja.
Hal ini, diminta kepada Inspektorat Paluta, untuk segera melakukan audit dan pemeriksaan terhadap penggunaan Dana BOS sekolah SD Negeri 100370 Sungai Datar yang dipimpin oleh saudari Dewi Puspita Nasution, karena ada dugaan kepsek menggelembungkan anggaran untuk kegiatan administrasi dan sarpras sekolah dari tahun 2023-2025 puluhan juta rupiah.
[Redaktur: Radja Sibanggor]