Kadispora tidak ingin mengulangi preseden buruk di mana Paluta menjadi tuan rumah, namun babak final justru diisi oleh pemain dari kabupaten lain seperti Labuhan Batu atau Deli Serdang. Sebagai penutup, ia memotivasi para peserta dengan menceritakan kisah sukses Irfan Abadi Siregar, putra asli Paluta dari Desa Aek Haruaya Kecamatan Portibi yang dulunya bermain di turnamen antar kampung dan kini berhasil menembus skuad Timnas Indonesia.
Menyambung laporan tersebut, Asisten II Bangun Parlaungan dalam sambutannya mewakili Bupati menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya ajang ini. Ia menyebutkan bahwa sepak bola adalah olahraga yang paling digemari masyarakat, namun prestasi di Paluta belum sejalan dengan tingginya antusiasme tersebut.
Baca Juga:
6 Agustus 2026, PMI Kabupaten Paluta Gelar Turnamen Futsal Antar SD dan SMP Se-Tabagsel
Oleh karena itu, pembinaan usia dini menjadi kunci utama. “Melalui turnamen sepak bola usia dini ini, diharapkan akan lahir bibit-bibit atlet berbakat yang berkesempatan mendapatkan pembinaan lebih lanjut,” ujar Bangun Parlaungan.
Ia berpesan agar para peserta bermain dengan tenang dan sportif, serta meminta para wasit maupun hakim garis untuk memimpin jalannya pertandingan dengan jujur, tegas, dan objektif demi kelancaran turnamen.
Dukungan kuat juga datang dari Ketua KONI Paluta Maksum Ibrahim Baijuri Nasution. Ia melihat turnamen ini sebagai panggung unjuk gigi bagi anak-anak muda setelah berlatih keras di klub masing-masing.
Baca Juga:
Audensi Hangat DPW PPMI dengan Disnaker Provinsi Sumut, Sinergi Tegakkan Hukum Ketenagakerjaan
Ketua Koni menegaskan bahwa ajang ini juga berfungsi sebagai ajang scouting (pemantauan bakat). “Mungkin nanti di lapangan dapat kita menampilkan yang terbaik, agar nanti dari PSSI dapat melihat adik-adik ini, yang mana orangnya kira-kira nanti untuk masuk ke pembinaan KONI Kabupaten Paluta melalui Askab PSSI,” jelasnya.
Dengan kolaborasi yang solid antara Pemkab Paluta yaitu Dispora, Askab PSSI dan KONI, turnamen Paluta Cup II U-15 diharapkan menjadi tonggak awal bangkitnya prestasi sepak bola lokal yang berintegritas di Kabupaten Paluta.
[Redaktur: Radja Sibanggor]