PALUTA.WAHANANEWS.CO, Paranginan - Dalam upaya pencarian bibit unggul pesepak bola lokal terus digalakkan di Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta). Hal ini terlihat dalam kemeriahan pembukaan turnamen Sepak Bola Paluta Cup II U-15 yang digelar di Lapangan Sepak Bola Komplek GOR Paranginan Kecamatan Padang Bolak, Kamis (30/7/2026).
Turnamen bergengsi tingkat usia dini ini dibuka secara resmi oleh Asisten II Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangun Parlaungan, mewakili Bupati Paluta Reski Basyah Harahap (Haji Obon), tidak bisa hadir dalam acara pembukaan karena ada acara ditempat lain.
Baca Juga:
6 Agustus 2026, PMI Kabupaten Paluta Gelar Turnamen Futsal Antar SD dan SMP Se-Tabagsel
Acara ini turut dihadiri oleh jajaran Pemkab, Dinas Pemuda dan Olahraga, serta pengurus KONI dan Askab PSSI Paluta.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kabupaten Paluta Herman Sakti Siregar menyampaikan laporan panitia penyelenggara bahwa turnamen ini akan berlangsung mulai tanggal 30 Juli hingga 16 Agustus 2026.
Pembukaan Turnamen sepak bola Paluta Cup II U-15 di GOR Paranginan.
Baca Juga:
Audensi Hangat DPW PPMI dengan Disnaker Provinsi Sumut, Sinergi Tegakkan Hukum Ketenagakerjaan
“Tujuan utama turnamen ini adalah sebagai wadah pengembangan sepak bola usia dini, menjalin persaudaraan antar klub, serta meningkatkan kualitas dan prestasi klub sebagai pengemban bibit unggul di Paluta,” ujarnya.
Kadispora juga menyoroti secara tegas komitmen Pemkab Paluta terhadap talenta asli daerah. Awalnya, turnamen ini diminati oleh 28 klub, namun panitia mendiskualifikasi banyak tim (tersisa 12 klub) karena mencoba menggunakan pemain dari luar daerah.
“Kita berkompetisi turnamen ini khusus putra Paluta. Kalau ketahuan, kita diskualifikasi klubnya. Jelas! Kenapa seperti itu? Karena sering kami lihat anak-anak itu sudah capek latihan, diundanglah dari yang lain, sehingga dia tidak dipakai lagi. Akhirnya malas,” tegas Herman Sakti Siregar.
Kadispora tidak ingin mengulangi preseden buruk di mana Paluta menjadi tuan rumah, namun babak final justru diisi oleh pemain dari kabupaten lain seperti Labuhan Batu atau Deli Serdang. Sebagai penutup, ia memotivasi para peserta dengan menceritakan kisah sukses Irfan Abadi Siregar, putra asli Paluta dari Desa Aek Haruaya Kecamatan Portibi yang dulunya bermain di turnamen antar kampung dan kini berhasil menembus skuad Timnas Indonesia.
Menyambung laporan tersebut, Asisten II Bangun Parlaungan dalam sambutannya mewakili Bupati menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya ajang ini. Ia menyebutkan bahwa sepak bola adalah olahraga yang paling digemari masyarakat, namun prestasi di Paluta belum sejalan dengan tingginya antusiasme tersebut.
Oleh karena itu, pembinaan usia dini menjadi kunci utama. “Melalui turnamen sepak bola usia dini ini, diharapkan akan lahir bibit-bibit atlet berbakat yang berkesempatan mendapatkan pembinaan lebih lanjut,” ujar Bangun Parlaungan.
Ia berpesan agar para peserta bermain dengan tenang dan sportif, serta meminta para wasit maupun hakim garis untuk memimpin jalannya pertandingan dengan jujur, tegas, dan objektif demi kelancaran turnamen.
Dukungan kuat juga datang dari Ketua KONI Paluta Maksum Ibrahim Baijuri Nasution. Ia melihat turnamen ini sebagai panggung unjuk gigi bagi anak-anak muda setelah berlatih keras di klub masing-masing.
Ketua Koni menegaskan bahwa ajang ini juga berfungsi sebagai ajang scouting (pemantauan bakat). “Mungkin nanti di lapangan dapat kita menampilkan yang terbaik, agar nanti dari PSSI dapat melihat adik-adik ini, yang mana orangnya kira-kira nanti untuk masuk ke pembinaan KONI Kabupaten Paluta melalui Askab PSSI,” jelasnya.
Dengan kolaborasi yang solid antara Pemkab Paluta yaitu Dispora, Askab PSSI dan KONI, turnamen Paluta Cup II U-15 diharapkan menjadi tonggak awal bangkitnya prestasi sepak bola lokal yang berintegritas di Kabupaten Paluta.
[Redaktur: Radja Sibanggor]