PALUTA.WAHANANEWS.CO, Deli Serdang — Dewan Pengurus Wilayah Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia Sumatera Utara (DPW PPMI Sumut) mengucapkan selamat Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2026.
Ketua Umum DPW PPMI Sumut, Herman Saragih, menyatakan Pancasila, khususnya Sila ke-5 “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia”, harus menjadi ruh nyata dalam kebijakan ketenagakerjaan nasional dan daerah.
Baca Juga:
Dinas P3AP2KB Selenggarakan Pelayanan KB Metode MOW di RSUD Gunung Tua
“Selamat Hari Lahir Pancasila. Di tengah maraknya outsourcing yang mengebiri hak pekerja dan upah murah yang tidak manusiawi, semangat Pancasila menuntut kita untuk bertindak. Pekerja Sumut berhak mendapatkan kepastian kerja, upah layak sesuai UMP/UMK, jaminan sosial BPJS yang tidak nunggak, dan lingkungan kerja yang aman dan nyaman,” tegas Herman Saragih.
PPMI Sumut menyoroti kondisi pekerja saat ini yang masih dibayangi praktik kontrak kerja singkat, alih daya tanpa batas, dan upah di bawah standar kelayakan hidup. Kondisi ini bertentangan dengan amanat UUD 1945 dan UU Ketenagakerjaan.
Untuk itu, PPMI Sumut mendesak:
1. Pemerintah: Hadir memberikan keadilan. Perkuat pengawasan Disnaker, cabut regulasi yang memfasilitasi outsourcing seumur hidup, dan pastikan penetapan upah benar-benar berpihak pada buruh dan keluarganya.
2. Perusahaan: Patuhi peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Jadikan pekerja sebagai mitra, bukan komoditas. Berikan upah layak, kepastian kontrak, dan jaminan sosial sebagai bentuk tanggung jawab moral dan hukum.
Baca Juga:
Hari Kebangkitan Nasional Ke-118 Kabupaten Paluta Tahun 2026
“Pancasila mengajarkan kita gotong royong. Negara, pengusaha, dan pekerja harus duduk sama rendah, berdiri sama tinggi. Hanya dengan begitu Sumut bisa maju dengan pekerja yang sejahtera dan produktif. PPMI Sumut akan terus mengawal agar Pancasila tidak hanya jadi hafalan, tapi jadi kenyataan di pabrik, di kantor, dan di lapangan,” pungkas Herman.
PPMI Sumut hadir untuk pekerja, hadir untuk bangsa. PPMI,,,mandiri,,maju,,sejahtera Allah Ridho,,,Allahu Akbar,,Merdeka.
[Redaktur: Radja Sibanggor]