PALUTA.WAHANANEWS.CO, Kecamatan Portibi - Perang terhadap penyakit masyarakat (Pekat) ditabuh keras di Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta). Berawal dari keresahan kolektif para pemimpin desa, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Paluta melancarkan operasi kilat untuk membubarkan aktivitas lokalisasi di kawasan Saba Tano Bottar, Kecamatan Portibi, Selasa malam (7/4/2026).
Langkah taktis ini bukan sekadar patroli rutin, melainkan respon "instan" atas mosi tidak percaya yang dilayangkan oleh sembilan Kepala Desa di Kecamatan Portibi. Melalui laporan resmi SIPASADA, para kades ini menyuarakan desakan masyarakat yang sudah gerah dengan keberadaan tempat maksiat di wilayah mereka.
Baca Juga:
Sialang Bujing FC Juara 1 dalam Turnamen Sepak Bola Resimga Cup III Tahun 2026
Kronologi Penyerbuan: Senyap dan Terukur
Tepat pukul 22.00 WIB, tim di bawah komando langsung Kasat Pol PP Paluta, Indra Saputra Nasution, S.STP., MM, merangsek masuk ke lokasi sasaran. Tanpa perlawanan berarti, petugas langsung menyisir sudut-sudut bangunan yang dilaporkan menjadi titik kumpul aktivitas ilegal. Hasil dari operasi tersebut meliputi
pembubaran Massa dan Aktivitas di lokasi dihentikan seketika dan pengunjung diminta meninggalkan tempat. Selain itu Petugas juga mengamankan sejumlah botol minuman beralkohol serta minuman fermentasi tradisional yang siap edar.
Pemilik bangunan diberikan peringatan terakhir agar tidak lagi membuka praktik serupa yang melanggar norma umum dan Perda.
"Marwah Bumi Balakka Harus Terjaga"
Kasat Pol PP Paluta, Indra Saputra Nasution, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberi ruang bagi gangguan ketertiban umum di wilayahnya.
"Ini adalah bentuk komitmen kami. Kami sangat mengapresiasi keberanian sembilan kepala desa yang aktif melaporkan kondisi lingkungannya. Sinergi seperti inilah yang membuat penegakan Perda menjadi efektif," tegas Indra di sela-sela operasi.
Baca Juga:
Tersangka Kasus Narkoba Jenis Sabu 58 KG Kabur dari Polda Jambi, Zidan: Sekelas Polda Seceroboh itu ?
Adapun sembilan desa yang menjadi garda depan pelaporan ini adalah: Desa Lantosan I, Napahalas, Hadungdung, Balakka Natorop, Rondaman Dolok, Sigama Napahalas, Muara Sigama, Aek Haruaya, dan Gunung Baringin.
Meski situasi berakhir kondusif, Satpol PP Paluta memastikan bahwa Saba Tano Bottar akan masuk dalam zona pengawasan ketat. Tim intelijen dan patroli rutin akan terus memantau lokasi tersebut guna menjamin tidak adanya aktivitas "kucing-kucingan" atau pembukaan kembali lokalisasi di masa mendatang.
Aksi tegas ini menuai pujian dari warga sekitar yang berharap wilayah Portibi kembali bersih dan nyaman, sesuai dengan julukannya sebagai bagian dari Bumi Balakka yang religius dan berbudaya.
[Redaktur: Marapada Boy Harahap]