PALAS.WAHANANEWS.CO, Pasar Ujung Batu - Di tengah dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara, seruan moral dan spiritual kembali menggema dari masyarakat. Salah satunya datang dari Tokoh Masyarakat Haji Burhanuddin Daulay warga Pasar Ujung Batu Sosa Kabupaten Padang Lawas (Palas) yang menyampaikan doa sekaligus harapan mendalam bagi seluruh pemimpin dan aparat pejabat Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Melalui pesan WhatsApp yang disampaikan pada Jumat (24/4/2026) siang ini kepada reporter wahananews.co. Haji Burhanuddin Daulay memanjatkan doa kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Adil, agar para pemegang tongkat kepemimpinan di negeri ini senantiasa menjaga diri dengan hanya mengkonsumsi makanan dan minuman yang halal.
Baca Juga:
Bupati Palas PMA dan Bupati Paluta Haji Obon Hadiri Musrenbang RKPD Sumatera Utara di Medan
“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ya Allah Ya Tuhan Kami Yang Maha Adil, tolonglah tampilkan pemimpin dan seluruh aparat pejabat negara kami NKRI agar selalu makan makanan halal dan minuman halal,” tulis Burhanuddin dalam pesannya.
Menurutnya, kehalalan rezeki yang masuk ke tubuh seorang pemimpin memiliki korelasi kuat dengan keberkahan dalam menjalankan amanah. Ia meyakini, apabila seorang pemimpin menjaga kesucian jasmani dan rohani, maka Allah SWT akan memudahkan turunnya taufik, hidayah, dan inayah-Nya.
“Semoga insya Allah kami mudah menerima taufik hidayah inayah Allah, sehingga dari tubuhnya melahirkan generasi bersih dan mudah dibimbing oleh guru,” lanjutnya.
Baca Juga:
Tim Supervisi PKK Sumut Kunker di Kabupaten Palas, Ini Kegiatannya!
Burhanuddin menegaskan bahwa kepemimpinan yang bersih akan berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat. Ia berharap tongkat kepemimpinan tidak jatuh ke tangan orang yang tidak amanah. Untuk itu, ia mengutip sebuah peribahasa lama sebagai pengingat: “Jangan mengharap bayangan lurus, manakala tongkatnya bengkok.”
Pesan tersebut menjadi refleksi bahwa keteladanan pemimpin adalah cermin bagi rakyatnya. Jika pemimpin lurus dan bersih, maka insya Allah rakyat pun akan ikut sejahtera dan hidup penuh berkah.
Doa ini ditutup dengan harapan besar agar Allah SWT mengabulkan: “Apabila tongkat kepemimpinan diperankan hamba yang bersih, insya Allah rakyat pun ikut sejahtera hidup berkah. Kabulkanlah Ya Allah Ya Rabbal ‘Alamin.”
Seruan ini menambah deretan suara masyarakat yang mendambakan pemimpin berintegritas, tidak hanya cakap secara intelektual, tetapi juga terjaga secara spiritual. Di tengah berbagai tantangan bangsa, doa menjadi salah satu ikhtiar batin agar Indonesia senantiasa dipimpin oleh insan yang takut kepada Tuhan dan berpihak pada kebenaran.
[Redaktur: Marapada Boy Harahap]