PALAS.WAHANANEWS.CO, Ujung Batu - Mantan pejabat pendidikan DKI Jakarta, Haji Burhanudin Daulay membagikan hasil pengamatan dan pengalamannya selama 38 tahun mengabdi di dunia pendidikan. Dalam catatannya, ia menyoroti korelasi antara kehalalan rezeki seorang pejabat/aparatur pemerintah dengan karakter pelayanan publik serta perilaku keluarga mereka.
Haji Burhanudin Daulay yang pernah mengajar di sekolah elite sebelum diangkat menjadi pejabat pendidikan DKI Jakarta ini menegaskan, tulisannya bukan untuk menyinggung pihak mana pun. "Ini murni pengamatan sebagai pendidik. Pasti ada pengulangan. Silakan investigasi kepada guru-guru sekolah elite dan sekolah rakyat kecil menengah," ujarnya kepada reporter wahananews.co pada hari Sabtu (25/4/2026).
Baca Juga:
Bupati Palas PMA Audensi dengan Kadis Bina Marga Provinsi Sumut Untuk Memperkuat Kualitas Infrastruktur
Menurut Burhanudin, pejabat yang rezekinya halal memiliki 3 ciri utama:
1. Mudah Menolong Rakyat Kecil
Pribadi oknum pejabat tersebut sangat mudah menolong rakyat tertindas dan miskin. Tidak banyak alasan saat dimintai bantuan.
2. Komunikatif dan Rendahan Hati
Baca Juga:
Bupati Palas PMA dan Bupati Paluta Haji Obon Hadiri Musrenbang RKPD Sumatera Utara di Medan
Jika berkomunikasi sangat familier, mudah memberi pengarahan kepada siapa saja yang butuh pelayanan. Tidak mudah marah atau tersulut emosi.
3. Anak-anaknya Beradab
Pada umumnya anak pejabat dan aparat tersebut akan mudah dibimbing oleh guru. Tidak banyak bertingkah dan bicara pun santun. Bergaul dengan teman tidak pandang bulu.
Haji Burhanudin Daulay juga memaparkan kebalikannya:
1. Sulit Membantu, Banyak Alasan
Sangat banyak alasan dan sulit menolong rakyat miskin tertindas.
2. Tertutup dan Mudah Tersinggung
Sangat sulit diajak komunikasi jika ada yang minta penjelasan tentang keperluan rakyat. Emosinya tinggi dan mudah tersinggung.
3. Anak-anaknya Sulit Diatur
Pada umumnya anak pejabat dan aparat sulit dibimbing dan banyak tingkah. Suka menghasut temannya. Bergaul pilih-pilih, hanya dengan teman yang berekonomi lumayan.
Haji Burhanudin Daulay meyakini kehalalan rezeki pemimpin berdampak langsung ke kesejahteraan rakyat.
"Andaikan warga satu negara dipimpin oleh pejabat dan aparat pemakan makanan halal dan minum halal, maka akan sangat besar imbas kepada rakyatnya. Sejahtera dan berkah selalu," ucapnya.
Ia menutup dengan refleksi: "Hidup ini adalah pengulangan, pertikaian antara hak dan batil hingga akhir."
Pengalaman Haji Burhanudin Daulay selama puluhan tahun di sekolah elite dan birokrasi pendidikan DKI Jakarta menjadi dasar catatannya. Ia mempersilakan publik untuk menguji sendiri temuannya lewat investigasi ke guru-guru, baik di sekolah elite maupun sekolah rakyat.
[Redaktur: Marapada Boy Harahap]