PALUTA.WAHANANEWS.CO, Gunung Tua - Ketua Umum Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Padang Lawas Utara (PC PMII Paluta) Hoirul Umam merasa geram dan mengutuk keras atas pemberitaan yang ditayangkan oleh salah satu media nasional yaitu Trans7 yang
menayangkan konten melecehkan nilai, martabat ulama, kiyai dan para pengajar ustad dan ustadzah pesantren baru-baru ini di program Expoce Uncensored.
Hoirul Umam menyatakan hal tersebut kepada awak media Rabu (15/10/2025) bahwa pihak menejemen sengaja melakukan hal tersebut untuk menaikkan rating ataupun nilai jual program tersebut
Baca Juga:
Kasus PT Starindo Prima Sudah 13 Tahun Belum Terselesaikan, Ini Keprihatinan Ketum PPMI Sumut!
"Itu bukan sekedar kesalahan teknis itu adalah cermin dari krisis tanggung jawab moral dalam industri penyiaran," ujarnya.
Umam melanjutkan pesantren merupakan ruang sakral yang melahirkan para pemimpin dan penjaga moral bangsa, selain demikian pesantren telah menorehkan catatan sejarah dalam kemerdekaan Indonesia.
Hal tersebut tidak sepatutnya pesantren dijadikan sebagai bahan tertawaan, olok-olokan hanya untuk menaikkan Rating pemberitaan. Ini bukan hanya pelecehan, tapi bentuk dekadensi intelektual media arus utama.
Baca Juga:
Bupati Haji Obon Kukuhkan 3390 Orang PPPK Paruh Waktu di Lingkungan Pemkab Paluta
"Kami PC PMII Paluta mengecam dan mengutuk keras dan menuntut Trans7 bukan hanya sekedar meminta maaf tetapi harus sadar dan melakukan pertaubatan publik," icapnya.
Umam menyerukan untuk memboikot media Trans7 dan itu bukan hanya sekedar ancaman melainkan konsekuensi mengingat pesantren bukan bahan olok-olokan untuk dijadikan bahan menaikan ranting dan memperoleh eksitensi dalam pemberitaan
"Kiyai dan guru-guru serta santri pesantren bukan bahan komedian dan tempat hiburan yang tidak bermoral untuk digunjing dan dijatuhkan marwahnya".